Menuju Kota Satelit
Padang—-Sembilan kelurahan yang ada di Kecamatan Pauah bertekad memajukan dearahnya, bahkah dengan motto “Pauah Bangkit”, masing-masing kelurahan itu berupaya membenahi bengkalai yang sebelumya menjadi target pembangunannya. Di antara program pembangunan yang bakal dikerjakan di Kacamatan Pauah di tahun 2009 ini, program pengentasan kemiskinan yang menjadi super prioritas. Itu didasari karena Kecamatan Pauah akan “berangkat” menjadi ibukota atau minimalnya menjadi kota satelit termaju pertama dari Kota Padang. “Upaya menekan angka kemiskinan di Kecamatan Pauah, tidak lain untuk menghilangkan imej kecamatan ini untuk menuju sebuah kota satelit. Orang banyak nantinya akan mempertanyakan, bagaimana mungkin, calon kota satelit masih terbelenggu dengan kemiskinan,” ujar Camat Pauah Amri Sabtu (17/1).
Amri mengatakan, Kecamatan Pauah saat ini dihuni 2.233 KK (data 2005- red), dari jumlah itu tinggal sekian persen masyarakat yang miskin. “Saya berharap di tahun 2009, Pauah bebas dari keluarga miskin. Kendati ada juga masyarakat yang meragukan tekad itu, namun kami memiliki keyakinan yang kuat hal itu akan bisa kami ciptakan, “” kata Amri mantap.
Amri menjelaskan, menghilangkan asumsi itu, kami sudah siapkan program, di antaranya melakukan berbagai pembangunan bidang keekonomian yang arahnya menggerakan sektor usaha masyarakat, dengan begitu apa yang dihasilkan mereka memberikan nilai ekonomi.
Misalnya, melakukan penataan kawasan pertanian dan perkebunan yang diolah warga dengan menggunakan pola pendekatan penjualan. Atau dengan memberikan informasi kepada warga soal potensi ekonomi yang kini lebih memiliki nilai jual yang tinggi.
Untuk menunjang kelancaran program itu, kami juga sinergikan dengan program pembangunan lainnya, seperti program pembangunan nonfisik, meliputi pembanguan jati diri dan harkat martabat anak nagari. Melalui permberdayan LPM, RW, RT, tokoh masyarakat, alim ulama, kaum wanita dan generasi muda. Serta pengupayan pengentasan kemiskinan dengan memaksimalkan peran serta pihak ketiga, para perantau, perorangan dan organisasi sosial.
Kemudian kata Amri lagi, pembanguna fisik yang meliputi gerakan merubah nagari. Dengan melanjutkan pembangunan fisik lingkungan, mendorong masyarakat untuk membuka akses jalan baru untuk membuka ketersosialisasian daerah. Meningkatkan prasarana jalan dan jembatan dengan pengerasan pengecoran dan pelebaran jalan.
Juga, katanya, meningkatkan pembanguan sarana dan prasarana sosial melalui pemberdayaan serta pembanguan sarana dan prasarana pariwisata alam. “Salah satunya jembatan Inveksi di kawasan Lambuang Bukik yang kini sudah berubah fungsi sebagi jalur prasarana umum yang perlu dibenahi,” tambahnya. (zil)
Komentar Terakhir