Pengelola Butuh Suplai Daya Listrik

11 08 2008

Padang, Padek—Pihak pengolahan ikan Tuna dari PT Dempo Andalas Samudera yang ada di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus (PPSB) Padang mendesak komitmen Pemprov Sumbar dan Pemko Padang agar merealisasikan pembangunan pembangkit listrik 2 x 100 watt di Teluk Sirih, Bungus secepatnya.

Permintaan ini dilontarkan perusahaan ini karena disebabkan atas sering matinya arus listrik di Sumbar, khususnya Kota Padang. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya daya pengolahan ikan tuna yang dilakukan mereka.

“Tidak itu saja, sering matinya listrik menjadikan biaya produksi meningkat 10 hingga 20 persen dari biaya awal,” ungkap Plant Manager PT Dempo Andalas Samudera, Destira Bayu Aji menjelang pelepasan ekspor kedua ikan tuna produksi perusahaan ini, kemarin di Bungus.

Dikatannya, dampak atas krisis listrik yang kini terjadi cukup dirasakan pihaknya, selain menimbulkan biaya tambahan bagi operasional pengolahan ikan, juga kuantitas ekspornya sedikit menurun dibandingkan ekspor perdana yang mencapai 20 ton ikan tuna dalam bentuk Fillet dan steak.

Bayu juga menjelaskan, bahwa hingga saat ini pihaknya tetap berusaha bertahan atas kendala yang kini sedang terjadi. Dirinya mengaku optimistism bahwa Pemprov Sumbar tetap memberikan perhatian tinggi atas usaha ikan tuna yang ada di Bungsu ini.

Selain persoalan di atas, ada kendala lainnya yang masih dirasakan Bayu, yaitu berupa kapasitas kargo kapal laut dan pesawat udara. “Pengiriman kapal laut, pihaknya mengaku sedikit sulit, mengingat tidak adanya closing time, yaitu tempat penitipan sementara ikan tuna yang memiliki suhu konstan,” ujar Bayu didampingi Kepala Dinas Kalautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir Yosmeri.

Di kawasan Gorontalo, Bali, Jakarta dan sentra tuna lainnya di Indonesia, closing time telah ada, sehingga ikan tuna yang akan diberangkatkan ke luar negeri tetap berada dalam keadaan fresh.

Hal yang sama juga terjadi pada kargo pesawat, yang menjadi kendala adalah packaging. Kebanyakan package lokal kurang memenuhi standar baik dari segi ukurannya maupun daya tahannya. Mengatasi hal ini, Bayu mengaku mendatangkannya dari luar Sumbar.

Sebenarnya, tambah Bayu, bila pemprov Sumbar bisa dirikan pabrik packaging disini, selain mempermudah pihak pengolah ikan tuna mendapatkan boxs untuk tuna, juga bisa membuka lapangan kerja.

Di pihak lain, mendapati masih adanya kendala yang dihadapi para pengusaha Tuna itu, mau tak mau Kadis DKP Sumbar Yosmeri harus mengambil sikap tujuannya agar potensi ekspor ini tidak menemui kendala.

Yosmeri mengatakan, kendala yang hinggi kini masih dirasakan para pengusaha ini akan disampaikan ke Gubernur, selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pihak terkiat, sehingga bisa diatasi.

Kirim 17 Ton Tuna ke Amerika

Menyinggung jumlah produksi ikan tuna olahan yang dikirim PT Dempo ke Amerika untuk tahap II ini, Bayu menyebutkan jumlahnya sekitar 17 ton. Jumlah ini sedikit kurang dibandingkan ekpor perdana sekitar Mei lalu yang mencapai 20 ton lebih tuna olahan dalam bentuk Fillet dan steak.

“17 ton ikan tuna olahan yang dikirim kali ini, nilainya mencapai US 100 ribu. Sedangkan untuk periode pengiriman Mei lalu, nilainya hampir mencapai dua kali lipat,” tukas Bayu. (zil)


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.